Mengelola Lelah, Menjaga Lajur: UPKM Psikologi UGM Kaji Pola Pendinasan Masinis PT KAI 2025

Yogyakarta – Unit Pengembangan Kualitas Manusia (UPKM) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan Kajian Pola Pendinasan Masinis PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) Tahun 2025 yang berlangsung sejak Agustus hingga November 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi berbasis data dan kajian ilmiah terkait pengaturan pola kerja masinis, sehingga aspek keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan personel dapat terjaga tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Kajian ini mencakup dua fokus utama, yaitu pola pendinasan dan kebutuhan personel. Pada aspek pola pendinasan, UPKM menelaah waktu dinas masinis, waktu istirahat baik pada saat berada di posisi away maupun home, serta ketentuan pendukung dalam pola pendinasan yang berpengaruh terhadap kondisi fisik dan psikologis masinis. Sementara itu, pada aspek kebutuhan personel, kajian meliputi kebutuhan jumlah masinis aktif serta kebutuhan masinis serep untuk memastikan ketersediaan sumber daya manusia yang memadai dan berkelanjutan dalam operasional perjalanan kereta api.

Dalam pelaksanaannya, kajian ini disusun melalui beberapa pendekatan, yaitu kajian literatur, benchmarking regulasi, dan analisis kondisi eksisting di lingkungan PT KAI. Kajian literatur digunakan untuk merujuk pada standar praktik terbaik terkait beban kerja, waktu kerja, dan waktu istirahat dalam profesi berisiko tinggi. Benchmarking regulasi dilakukan dengan membandingkan ketentuan yang berlaku di PT KAI dengan regulasi nasional maupun praktik profesi sejenis di negara lain. Analisis kondisi eksisting kemudian memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana pola pendinasan masinis saat ini dijalankan dan tantangan yang dihadapi di lapangan.

Berdasarkan ketiga pendekatan tersebut, UPKM menyusun rekomendasi pola pendinasan dan kebutuhan personel yang diharapkan dapat mendukung terciptanya sistem kerja masinis yang lebih aman, manusiawi, dan berkelanjutan. Rekomendasi ini tidak hanya mempertimbangkan efisiensi operasional, tetapi juga menjaga kesehatan mental dan fisik masinis, mengurangi risiko kelelahan kerja (fatigue), dan pada akhirnya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api bagi masyarakat.

Melalui kajian ini, UPKM Fakultas Psikologi UGM turut berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya pemeliharaan kesehatan dan kesejahteraan pekerja, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui perancangan pola kerja yang layak dan berkeadilan bagi masinis. Penguatan aspek perencanaan kebutuhan personel dan keselamatan operasional juga terkait dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dan SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), mengingat peran strategis layanan kereta api dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, keterlibatan UPKM sebagai bagian dari perguruan tinggi dalam menyediakan kajian berbasis keilmuan bagi mitra industri mencerminkan dukungan terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), khususnya dalam hal pemanfaatan ilmu psikologi untuk pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas sistem kerja di sektor transportasi publik. Ke depan, UPKM Fakultas Psikologi UGM berkomitmen untuk terus menjalin kolaborasi riset dan kajian terapan dengan berbagai mitra guna memperkuat praktik kerja yang berorientasi pada keselamatan, kesejahteraan, dan keberlanjutan.